Warung Sejarah
Jumat, 07 April 2017
Warung Sejarah: Saling Membutuhkan
Warung Sejarah: Saling Membutuhkan: Kekalahan Argentina di Perempat Final Coppa Amerika 2011 dari Uruguay, bisa dibilang bagi sebagian masyarakat Argentina dan pecinta se...
Saling Membutuhkan
Kekalahan Argentina di Perempat Final Coppa Amerika 2011 dari Uruguay, bisa dibilang bagi sebagian masyarakat Argentina dan pecinta sepakbola dunia adalah kekalahan Lionel Messi. Memang begitulah kenyataannya. Bagi sebagian masyarakat Argentina dan pecinta sepakbola dunia, Argentina adalah Messi. Sayangnya, Messi yang dianggap roh bagi permainan Argenitina, kurang memberikan konstribusi yang maksimal. Meski permainannya sangat dominan, tapi tiu tetap tidak menjadi pengaruh buat permainan tim Argentina secra keseluruhan. Apalagi, Argentina terhenti di fase perempat final.
Ketika bermain bagi klubnya, Barcelona, Messi
bermain sangat fantastis. Skill dan naluri golnya sangat
tingi, tatkala membela klub dari Catalan tersebut. Delar demi gelar telah mesi
raih bersama Barcelona, mulai dari gelar individu, hingga gelar buat tm
Barcelona. Menariknya, permainan messi justru jeblok tatkala berseragam timnas
Argentina. Megic dan naluri tingginya dalam mencetak gol, seperti yang
ditampilannya di Barcelona, seakan-akan hilang begitu saja pada saat membela
tim Tango (julukan Argentina). Lalu, apa yang menjadi
penyebab menurunya permainan dan naluri gol
Messi tatkala
berbaju seragam timnas Argentina?
Dari data statistik mencatat, pergerakan Messi lebih sedikit
berperan dalam permainan timnas Argentina, dibandingkan saat membela Barcelona.
Penyebabnya sangat beragam, mulai dari penempatan posisi Messi, hingga pemain
yang bisa melayani atau menyuplai Messi.
Perbedaan yang pertama adalah tentang kebebasan dalam
penempatan posisi Messi. Pada saat bermain di Barcelona, Messi diberikan posisi
yang bebas oleh pelatihnya Pep Guardiola, dimana Messi bisa bermain di banyak
posisi, bisa disayap kanan, kiri, tengah, hingga menjadi penyerang murni.
Sehinga, membuat bingung bagi pemain lain dalam mengawal pergerakannya. Namun,
peran Messi di timnas Argentina berbeda, Messi lebih ditempatkan sebagai
penyerang lubang (treequesta) atau pelayan bagi striker Argentina lainnya.
Sehingga, hal tersebut membuatnya sedikit menjadi kendala dalam permainannya.
Posisi ini juga membuatnya sulit untuk membuat gol, karena pergerakannya
terbatas dan selalu mendapat pengawalan ketat dari lawan-lawannya.
Perbedaan kedua adalah tiak adanya gelandang yang
bisa menyuplai atau melayani Messi. Di Barcelona, Messi selalu mendapatkan
pelayan (servis) terbaik dari Xavi dan Iniesta. Pergerakan dari Xavi dan Inesta
dalam membuka ruang dan gerak Messi, memudahkannya untuk mencetak gol dan
menciptakan ruang bebas bagi pemain-pemain lain. Namun, di Argentina tidak ada
yang bsia memberikan pelayanan terbaik bagi Messi. Sebaliknya, Messi justru
menjadi pelayan bagi pemain lainnya. Ini yang membuat permainan Messi sedikit
tidak berkembang dikala membela Argentina.
Perbedaan ketiga adalah dukungan dari fans (suporter).
Pada saat bermain di Barcelona, pendukung el Barca selalu memberikan dorongan
moril dan semangat kepada seluruh pemin, bukan hanya Messi saja. Tatkala Messi
mendapatkan perlakuan tidak baik dari lawan-lawannya, maka suporter dan rekan
pemain lainnya akan melindunginya. Itu tidak terjadi di Argenita, pendukung
Argentina selalu menaruh harapan tinggi kepada Messi untuk mengantarkan
Argentina ke tangga juara. Sehingga dengan harapan yang terlalu tinggi terhadap
diri seorang Messi, sangat mempengaruhi permainannya dilapangan. Dan tatkala
Argentina mengalami kekalahan atau tidak mendapatkan gelar juara, maka Messi
akan dijadikan bahan omongan/ejekkan para pendukung Argentina.
Ketiga perbedaan tersebut sangat mempengaruhi mental dan
permainan Messi dilapangan. Meski Messi adalah pemain terbaik dunia dan
memiliki skill diatas rata-rata dibandingkan pemain lain, bukan berarti Messi
bisa melakukannya seorang diri. Tanpa dukungan dari pemain-pemain lain,
permainan Messi tidak akan bisa berkembang dengan baik. Karena, permainan
sepakbola adalah sebelas melawan sebelas, bukan satu pemain melawan sebelas
pemain. Dan pada akhirnya dukungan dan sambutan yang baik, maka akan membuat si
pemain merasa aman dan nyaman.
***
Hikmah ;
Sehebat apapun seseorang, sepintar apapun seseorang,
sekaya apapun seseorang, tetap membutuhkan orang lain. Karena manusia adalah
makhuk sosial, makhluk yang membutuhkan bantuan orang lain (satu sama lain
saling membutuhkan).
Allah Swt
Berfirman ;
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ
وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ
عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِن اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌّ
Artinya :
“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan
kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa
- bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang
yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa
diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”
[Qs. Al-Huajarat ayat 13]
Kamis, 06 April 2017
ALLAH MAHA MENGETAHUI
Sekuat
apapun cita-cita kita, sekeras apapun usaha dan keinginan kita, tapi tidak
akan bisa menembus dinding takdirnya
Suatu hari, Zidni
mempunyai seorang pasangan yang cantik dan berasal dari kalangan keluarga yang
berada. Hari-hari Zidni dan pasangnnya, selalu dilaluinya dengan bunga-bunga
cinta. Pada satu hari, Zidni berkata pada pasangannya, kalau pasangannya
tersebut adalah orang yang tepat (yang terbaik) dan sangat berarti buat
dirinya.
Hari berganti bulan,
bulan berganti tahun. Hubungan Zidni dengan pasangannya tak terasa sudah
menginjak usia satu tahun. Kini, setelah lama menjalin hubungan tersebut,
terjadilah satu permasalahan yang sangat berat dihadapi keduanya. Ternyata,
hubungan keduanya tidak mendapatkan restu dari salah satu orang tua mereka.
Namun, bukan hanya sampai disitu saja, masalah jarak dari keduanya, hingga
munculnya orang ketiga. Hingga suatu hari, pasangannya memutuskan hubungan
dengan Zidni.
Keputusan yang mendadak
dari pasangannya (memutuskan hubungan) tidak diterima Zidni dengan mudah. Bagi Zidni,
alasan yang diberikan oleh pasangan tidak masuk akal. Namun, pasangan tetap
kekeh terhadap keputusannya tersebut. Entah apa itu alasannya, yang pasti bagi pasangan,
sampai kapan pun, Zidni tidak akan bahagia kalau masih menjalin hubungan dengan
pasangannya. Karena orang tuanya tidak merestui hubungan keduanya.
Meski Zidni selalu
merayu dan membujuk, bahkan hingga meyakinkan pasangannya agar tetap menjalin
hubungan dengannya, tetap saja pasangannya tidak mau meneruskan hubungan yang
sudah lama terjalin tersebut. Pasangannya lebih memilih atau menuruti perintah
orang tuanya. Toh,
ini juga demi kebaikan Zidni. Kini, mereka pun benar-benar putus sebagai
sepasang kekasih.
Sementara pasangannya
sudah mendapatkan pengganti (pasangan baru) yang dipilih oleh orang tuanya. Pasangannya
kini merasa hidup bahagia dengan pilihan orang tuanya. Bahkan sangat bahagia, karena
hubungannya mendapat persetujuan dan restu dari orang tuanya. Namun, berbeda
dengan yang dialami oleh pasangannya yang hidup bahagia, Zidni masih belum bisa
menerima dengan lapang, Zidni masih sangat terpukul dengan apa yang dilakukan
oleh pasangan (memutuskannya).
Zidni selalu merenung, menyendiri, tidak ada
semangat untuk hidup. Bahkan, Zidni selalu berpikiran negatif dan sering
mengeluh tentang kehidupannya. Coba kalau aku punya harta yang banyak atau punya
jabatan yang tinggi, pasti kedua orang tua pacarnya akan menyetujui hubungannya,
keluh Zidni.
Zidni tidak pernah berpikir
secara positif, yang selalu muncul hanyalah egonya, luapan emosinya. Zidni
sekarang berbeda dengan Zidni yang dulu, periang, humoris, dan selalu
tersenyum. Namun,
kini Zidni orangnya mudah tersinggung, dan posesif.
***
Saat Zidni berucap,
kalau pasangan adalah yang terbaik buat dirinya, mungkin tidak dengan TuhanNya.
Karena yang terbaik menurut kita, belum tentu baik menurut Tuhan. Seperti pada
kasus Zidni dengan pacarnya diatas. Mungkin bagi pasangannya, ketika dia sudah
mendapatkan pengganti Zidni, hidupnya menjadi lebih baik, selalu mendapat
perhatian dari pasangan barunya, tidak seperti saat masih bersama Zidni.
Ya, pasangan barunya adalah terbaik bagi pasangannya
dan mungkin juga bagi Tuhan. Begitu pun dengan Zidni, mungkin dengan putus dari
pacarnya, Zidni akan mendapatkan pasangan yang lebih baik lagi bahkan yang
terbaik buat hidupnya. Karena sesungguhnya Tuhan telah menyiapkan pasangan yang
terbaik buat kita.
***
Hendaknya kita harus
bisa menerima dengan lapang dan ikhlas. Apa pun keputusan yang sudah diambil, hendaknya kita
harus bisa menerimanya dengan baik. Toh, mungkin keputusannya tersebut dia
lakukan semata-mata untuk kebaikan bersama.
Jangan berpikir, disaat pasangan kita
memutuskan hubungan, dia dengan mudah mengatakannya begitu saja. Dia sudah
memikirkan dan mempertimbangkannya dengan matang. Disaat dia mengambil keputusan
(memutuskan hubungan) didalam hatinya menangis dan tak mau pergi dari pasangan.
Dia tidak ingin melihat pasangannya menderita dan menangis.
Tapi, yakinlah semua
itu ada hikmahnya. Dalam hal ini, kita harus positif thinking (berpikir
positif) dan jangan gegabah (melakukan perbuatan-perbuatan nekat) yang bisa
merugikan anda dan pasangan
anda.
يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ
“Allah menciptakan apa saja yang Dia kehendaki, dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS Ar- Rum: 54)
إِنَّ اللّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ
“Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apapun yang mereka kerjakan.” (surat Al- Imron: 120)
Allah tidak akan keliru
memberikan pasangan yang terbaik buat makhluknya. Karena Allah Maha Mengetahui
dan lagi Maha Bijaksana.
SEMUT DAN KEPONGPONG
Di suatu hutan yang rindang, hidup berbagai binatang
buas dan jinak. Ada kelinci, burung, kucing, capung, kupu-kupu dan yang
lainnya. Pada suatu hari, hutan dilanda badai yang sangat dahsyat. Angin
bertiup sangat kencang, menerpa pohon dan daun-daun. Kraak! terdengar bunyi
dahan-dahan berpatahan. Banyak hewan yang tidak dapat menyelamatkan dirinya,
kecuali si semut yang berlindung di dalam tanah. Badai baru berhenti ketika
pagi menjelang. Matahari kembali bersinar hangatnya.
Tiba-tiba dari dalam tanah muncul seekor semut. Si
semut terlindung dari badai karena ia bisa masuk ke sarangnya di dalam tanah.
Ketika sedang berjalan, ia melihat seekor kepompong yang tergeletak di dahan
daun yang patah. Si semut bergumam, "Hmm, alangkah tidak enaknya menjadi
kepompong, terkurung dan tidak bisa kemana-mana". "Menjadi kepompong
memang memalukan!". "Coba lihat aku, bisa pergi ke mana saja ku
mau", ejek semut pada kepompong.
Semut terus mengulang perkataannya pada setiap hewan
yang berhasil ditemuinya.Beberapa hari kemudian, semut berjalan di jalan yang
berlumpur. Ia tidak menyadari kalau lumpur yang diinjaknya bisa menghisap
dirinya semakin dalam. "Aduh, sulit sekali berjalan di tempat becek
seperti ini," keluh semut. Semakin lama, si semut semakin tenggelam dalam
lumpur. "Tolong! tolong," teriak si semut.
"Wah, sepertinya kamu sedang kesulitan ya?"
Si semut terheran mendengar suara itu. Ia memandang kesekelilingnya mencari
sumber suara. Dilihatnya seekor kupu-kupu yang indah terbang mendekatinya.
"Hai, semut aku adalah kepompong yang dahulu engkau ejek. Sekarang aku
sudah menjadi kupu-kupu. Aku bisa pergi ke mana saja dengan sayapku. Lihat!
sekarang kau tidak bisa berjalan di lumpur itu kan?" "Yah, aku sadar.
Aku mohon maaf karena telah mengejekmu. Maukah kau menolongku sekarang?"
kata si semut pada kupu-kupu.
Akhirnya kupu-kupu menolong semut yang terjebak dalam
lumpur penghisap. Tidak berapa lama, semut terbebas dari lumpur penghisap
tersebut. Setelah terbebas, semut mengucapkan terima kasih pada kupu-kupu.
"Tidak apa-apa, memang sudah kewajiban kita untuk menolong yang sedang
kesusahan bukan?, karenanya kamu jangan mengejek hewan lain lagi ya?"
Karena setiap makhluk pasti diberikan kelebihan dan kekurangan oleh yang Maha
Pencipta. Sejak saat itu, semut dan kepompong menjadi sahabat karib.
HIKMAH :
Sesama makhluk ciptaan Tuhan, janganlah saling
mengejek dan menghina, karena siapa tahu yang dihina lebih baik kedudukannya
daripada yang menghina.
Allah swt Berfirman ;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَومٌ مِّن قَوْمٍ عَسَى أَن يَكُونُوا خَيْراً مِّنْهُمْ
وَلَا نِسَاء مِّن نِّسَاء عَسَى أَن يَكُنَّ خَيْراً مِّنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا
أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الاِسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ
الْإِيمَانِ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan
orang laki-laki mencela kumpulan yang lain, boleh jadi yang dicela itu lebih
baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan mencela kumpulan
lainnya, boleh jadi yang dicela itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela
dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan.
Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan
barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim “
(QS. Al Hujuraat :11)
Dalam sebuah hadits,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ;
بِحَسْبِ
امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ
“Cukuplah seseorang berbuat keburukan jika dia
merendahkan saudaranya sesama muslim.” (HR. Muslim).
Mudah-mudahan
Allah Ta’ala senantiasa menjaga lisan dan perbuatan kita dari mencela
dan merendahkan orang lain.
Langganan:
Postingan (Atom)
Warung Sejarah: Saling Membutuhkan
Warung Sejarah: Saling Membutuhkan : Kekalahan Argentina di Perempat Final Coppa Amerika 2011 dari Uruguay, bisa dibilang bagi sebagian mas...
